Perkembangan Bahasa Anak Usia 2-9 Tahun

NAMA: YULIANA NANDA SARI
NIM: A1D117035
RUANG: R-001
SEMESTER: 5
E-mail: yuliananandasarii07@gmail.com


PENGGUNAAN BAHASA PADA ANAK

Nama: Muhammad Azim
Tanggal Lahir: 28 November 2016
Umur: 2 Tahun 10 Bulan 15 hari
Deskripsi penggunaan bahasa pada anak bernama Muhammad Azim yang berusia 2 tahun 10,5 bulan.  Adalah sebagai berikut:
1. Kosa Kata Anak
Kosa kata yang digunakan ( 1 kata ):
Amak ( Ibu)
Ayah
Abang
Kakak
Nenek
Jawi ( Sapi )
Kuciang ( Kucing )
Lanjo ( Jajan )
Lolo ( Permen )
Talupuak ( Kerupuk )
Mamam ( Makan )
Minum
Pai ( pergi )
Adiak ( Adik )
Nandak ( Ingin )
Lobot ( Robot )
Talua ( Telur )
Main
Tapida ( Sepeda )
Indak ( Tidak )
Colelat ( Cokelat )
Umah ( rumah )
Dan lain sebagainya
Kosa kata yang digunakan ( 2 kata )
Ajim mamam ( Azim makan )
Ajim hauih ( Azim haus )
Jawi Ajim ( Sapi Azim )
Nandak lolo ( Mau permen )
Umah amak ( Kerumah Ibu)
Indak doh ( Tidak mau )
Yang ito ( Yang ini )
Yang ma ( Yang mana )
Ito nyeh ( Ini saja )
Pai dih ( Pergi ya )
Manih Ajim ( Teh manis Azim )
Mamam liak ( Makan lagi )
Tak cipa ( kak Sifa )
Abang jahek (Abang jahat )
Dan lain sebagainya
2. Kaliamat yang digunakan anak
Ajim main dih mak ( Azim main ya mak )
Ajim mamam patai talua (Azim makan pakai telur )
Nah bali lolo nah tak ( Ayo beli permen yok kak )
Ajim nandak talupuak lo ( Azim ingin kerupuk juga )
Tak cipa ndak muah main doh ( Kak Sifa tidak mau ikutan main )
Mak Ajim nanda manih-manih ( Mak, Azim mau teh manis)
Tak Puji nah main wak ( Kak puji ayo kita main )
Jawi Ajim moh ( Sapi Azim itu )
Mamam nah tak Na ( Makan lah kak Ana )
Nandak tak Na talupuak ( Kak Ana mau kerupuk )
Ajim io nyeh tak Cipa ( Azim juga ia kak Sifa )
Dan lain sebagainya
3. Komunikasi anak
Saat berkomunikasi dengan orang tuanya
Orang tua: Mamam Azim nak?, Azim alun ado makan siang li ( makan Azim nak, Azim belum ada makan siang lagi )
Anak: Indak Ajim mamam doh ( Azim tidak mau makan )
Orang tua: Io jelah Azim makan dih ( Ia aja lah Azim makan ya )
Anak: Indak nyeh ( tidak lah )
Orang tua: Io jelah nak, mamam pakai apo Azim? ( ia aja lah nak, makan pakai apa Azim? )
Anak: Mamam patai  talua ( Makan pakai telur )
Orang tua: Mamam dih ( Dimakan ya )
Anak: Io Ajim makan nyeh ( Ia Azim makan )
Anak: Ajim nandak manih-manih ( Azim ingin teh manis )
Orang tua: Io beko lah amak buek an ( Ia, nanti lah ibu buatkan )
Anak: Ajim nandak manih-manih ( Azim ingin teh manis )
Orang tua: Io saba lah nak, beko amak buek an yo sayang  ( Ia sabar lah nak, beko ibu buatkan ya sayang )
Anak: Beto mak ? ( Nanti mak? )
Orang tua: Io sayang ( Ia sayang )

Saat berkomunikasi dengan kakaknya
Kakak: Jim, ma nenek dek? ( Zim, mana nenek dek ?)
Anak: Nenek duduak tak cipa ( Nenek duduk kak Sifa )
Anak: Tak cipa main wak nah? ( Kak Sifa main kita yuk ? )
Kakak: ndak doh ( nggak mau )
Anak: mak ndak muah tak cipa doh ( Mak kak Sifanya tidak mau )
Kakak: Main je lah Ajim surang ( Main ajalah Ajim sendiri )
Anak: pek lah tak cipa ( Ayok lah kak Sifa )
Kakak: Nah pek lah ( Nah ayok lah )
Anak: kuciang Ajim tak ha ( Ini kucing Azim kak )
Kakak: Io ( Ia )

Kakak laki-laki: Manga Azim dek ? ( Ngapain Azim dek ? )
Anak: Ajim main ( Azim main )
Kakak laki-laki: Nandak Zim gulo-gulo? ( Mau Zim permen ? )
Anak: Io bang Bilit Ajim nandak lolo ( Ia bang Erick Azim mau permen )
Kakak laki-laki: kalau coklat? ( Kalau coklat ? )
Anak: Ajim nandak colelat. Nah umah amak nah ( Azim mau coklat. Ayok kerumah ibu )
Kakak laki-laki: Manga umah amak? ( Ngapain ke rumah ibu ? )
Anak: Bali colelat ( Beli coklat )
Kakak laki-laki: Nah wak bali ( Ayok kita beli )
Anak: Pek lah ( Ayoklah )

Saat berkomunikasi dengan penulis
Anak: Manga tak na tu? ( ngapa in kak Ana tu ? )
Penulis: Ndak ado, mancaliak azim mah ( Tidak ada, liatin Azim aja )
Orang tua: Babaso nah, mamam tak Na yeh, sabuik mode tu ( Tawarin lah, makan kak Ana bilang begitu )
Anak: Mamam tak Na ( Makan kak Ana )
Penulis: Mamam lah Azim dek ( Makan lah Azim dek )
Anak: nandak tak na Talupuak ( Mau kak Ana kerupuk )
Penulis: makan lah sayang
Anak yang penulis amati menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa minang, dimana orang tua dan lingkungan sekitar tempat ia tinggal adalah orang minang asli. Dalam berbahasa Azim juga telah menggunakan mimik dan gerak tubuh seperti:
1. Ketika orang tuanya meminta untuk menunggu sebentar lagi baru dibuatkan teh manis, sianak menunjukkan mimic wajah tidak suka dan memegang baju sang ibu agar dibuatkan segera. Namun, karna dibujuk akhirnya keinginan itu berlalu begitu saja.
2. Menarik tangan kakak perempuannya agar ikut bermain dengannya, saat kakaknya tidak ingin bermain dengannya ia mengadukan hal tersebut kepada ibunya. Kalau sang kakak tidak mau diajak bermain.
3. Ekspresi wajah yang gembira saat diajak pergi jajan oleh kakak laki-lakinya. Ia tampak sangat bersemangat saat diajak pergi jajan.
4. Menjawab pertanyaan meski sedang asyik bermain robot-robotannya.
4. Analisis data yang didapatkan
Dalam berkomunikasi sehari-hari azim sudah mampu menyusun kata dengan baik, meskipun dalam pengucapan huruf masih ada beberapa yang tidak lurus atau kurang tepat yang disebabkan yang pertama adalah faktor usianya yang masih sangat muda. Anak yang penulis amati menggunakan bahasa ibunya atau bahasa pertama yang ia terima yaitu bahasa daerah tempat ia dibesarkan, bahasa minang. Ketika seorang anak berusi setengah tahun, si anak akan melewati bentuk-bentuk tahap telegrafis dan membangun beberapa morfem infleksional yang menunjukkkan fungsi gramatikal nomina dan verba yang digunakan oleh si anak. Ketika si anak berusia di antara dua tahun, anak mulai menmghasilkan banyak ucapan yang bisa diklasifikasikan sebagai ujaran “ kata majemuk “ , yang paling penting dari ucapan-ucapan yang di keluarkan si anak tidak lagi mengenai berapa banyak jumlah kata yang diucapkannya, melainkan variasi dalam bentuk kata yang mulai muncul.
Dari hasil pengamatan penulis, perkembangan dan pemerolehan bahasa anak tersebut sudah bagus. Sianak telah bisa berbahasa dengan baik. Dapat merangkai kosa kata menjadi beberapa kata dan telah berusaha menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat pendek yang dapat dimengerti oleh orang disekitarnya. Meski dalam penggunaaan anak kadang masih terbata-bata karena memang usianya yang belum genap tiga tahun.
Ada beberapa pelafalan huruf yang kurang tepat dilafalkan oleh anak, seperti huruf “ Z ” yang diganti “ J “, huruf K pada pengucapan coklat yang diganti menjadi “ colelat “,  huruf “ R “ dan beberapa huruf lainnya. Penulis dapat mehamihal tersebut karena Azim masih terlalu kecil. Namun, bila dibiarkan berlanjut tanpa pembetulan dari keluarga sianak maka bukan tidak mungkin akan berlanjut sampai anak besar nanti.
Dalam berkomunikasi anak telah menunjukkan espresi dan mimik wajah yang sesuai dengan situasi yang ia rasakan dengan lawan bicaranya pada saat itu. Karakteristik anak-anak yang senang bermain pun tampak, saat ia asyik bermain robot-robotannya dan kemudian dilontarkan pertanyaan ia dapat merespon dengan baik. Itu berarti pola pikir dan kemampuan berbahasa anak sudah berkembang sebagaimana mestinya anak-anak seusianya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gangguan Berbahasa ( Cadel )

keterampilan berbahasa 1